THR dari Tuhan …

22 Sep 2011

Labaran kemarin masih menyisakan cerita yang sangat berkesan buat kami.

Kami akan pulang ke kota S, kampung halaman istri menggunakan pesawat. Tentu saja biayanya akan cukup mahal.

Dan kali ini saya dapat THR sebesar 2,8 juta. Lumayanlah …

Pada lebaran yang sama juga ada saudaraku yang akan melangsungkan pernikahan jadinya aku bermaksud menyumbang dalam jumlah lumayan. Masalahnya acara mudik kali ini perlu dana besar. Jadi kami agak khawatir keuangan tidak mencukupi. Tapi kami tetap memantapkan niat. Biarlah nanti kami atasi dengan cara lebih irit waktu lebaran.

Rupanya Allah tidak mau membiarkan kami cemas mengatur keuangan.

Begini ceritanya …

Setelah beli tiket online gagal terus akhirnya aku pilih beli tiket pesawat dengan booking langsung dan bayar lewat ATM. Aku buru-buru booking karena tiket tinggal sedikit. Dan itupun tersisa tiket yang harganya mahal. Per tiket harganya 850 ribu.

Setelah dapat kode booking aku segera menuju ATM. Di situ aku melakukan transaksi. Dua tiket untuk anakku transaksi lancar dan sukses. Tapi waktu transaksi tiket untuk aku dan istriku jaringan ATM mengalami gangguan. Tentu saja aku kebingungan. Bagaimana ini. Tiket anak sudah kebeli tapi tiketku sama istri malah gagal sementara batas waktu booking akan segera habis. Itu berarti tiket bisa dijual ke orang lain. Ga mungkin kan kami terbang dengan pesawat terpisah?

Sampai di rumah segera aku hubungi pihak maskapai. Maksud saya mau komplain transaksi yang gagal dan jangan sampai bookingku di batalkan. Ternyata jawaban yang aku peroleh di luar dugaan. Menurut operator semua transaksiku sukses. Lho … uang di ATM-ku baru ke potong 2 tiket, kok dapatnya 4 tiket.

Aku cek lagi saldo di ATM dan ternyata memang belum terpotong. Wah laba besar nich kataku dalam hati.

Tapi tentu saja aku tidak mau dapat terima uang ini tanpa usaha untuk mengembalikan. Aku telepon lagi operatornya dan aku laporkan bahwa jaringan ATM mengalami gangguan sehingga ada kemungkinan uangku belum terpotong. Selain itu aku juga sudah kirim email ke pihak maskapai yang isinya kurang lebih sama. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan.

Jadinya ya ibaratnya aku dapat tambahan THR sebesar 1,7 juta kan.

Makanya sebagai tanda syukur aku nyumbang ke pernikahan saudaraku sebesar 1 juta. Dia terkejut dan sangat berterima kasih. Saya dan istri juga senang bisa membantu.

Tidak hanya sampai di situ rasa bersyukur kami. Acara jalan-jalan yang sedianya dananya patungan akhirnya kami bayari semua. Juga waktu ada famili yang ngundang acara tasmiahan anaknya. Waktu melihat keadaan dia yang ternyata miskin banget kami menyumbang dalam jumlah lumayan juga. Biarlah sekali-sekali berhura-hura dalam kebaikan. Toh uangnya berasal dari rejeki yang tak terduga. Yah kira-kira habisnya pas 1,7 juta itulah …

Akhirnya tibalah saatnya kami akan balik ke Jakarta. Malam hari lagi enak-enak ngobrol sama saudara-saudara ada sms masuk. Isinya memberitahukan bahwa pesawat mengalami gangguan dan batal terbang. Pesawat pengganti akan berangkat dua hari kemudian atau tiket dapat diuangkan kembali. Aku langsung cemas. Cutiku besok habis. Kalo musti bolos dua hari alamat tekor gaji bulan depan.

Pemberitahuan yang sangat mendadak tentu saja membuat kami cemas tiket sudah ludes ataupun kalo ada harganya mahal banget.Malam itu aku sama istri langsung berburu tiket untuk esok hari. Sampai di agen tiket kami tanyakan tiket yang tersedia untuk esok hari.

Tapi rupanya malam itu keberuntungan tengah menaungi kami. Tiket masih tersedia dan harganya cuma 550 per orang. Empat orang jadinya 2,2 juta. Kami langsung membelinya. Alkhamdulillah tiket sudah di tangan!

Besoknya kami menuju kantor maskapai yang membatalkan tiket kami untuk menguangkan tiket.

Uang yang kami peroleh adalah 850 ribu x 4 = 3,4 juta. Jadi masih ada rejeki nomplok sebesar 1,2 juta.

Padahal tahu ga ? Sebenarnya aku masih bisa dapat uang 500 ribu lagi kalo aku mau repot dikit. Caranya dengan terbang melalui bandara kota terdekat, yaitu kota P. Karena harga tiket dari kota P ke Jakarta hanya 350 ribu rupiah. Ditambah ongkos travel sebesar 75 ribu perorang maka jumlah yang harus dikeluarkan adalah (350+75) x 4 = 1,7 juta.

Jadi jika aku pulang ke Jakarta lewat P maka aku akan dapat laba 3,4 juta dikurangi 1,7 juta = 1,7 juta. Sama dengan jumlah uang yang aku peroleh dari ATM yang tidak terpotong dan juga sama dengan jumlah uang yang kuhabiskan untuk beramal bukan ? Tapi aku ga mau repot-repot. Nanti malah kelihatan tamaknya.

Esoknya waktu di bandara, kami berempat yang seharusnya naik pesawat Fokker-70 tua dengan harga tiket mahal, diganti menjadi naik pesawat Boeing 737-500 yang masih baru dengan harga tiket yang jauh lebih murah.

Ya Allah. Kami jadi malu. Apa sih perbuatan kami yang membuat Engkau memuliakan kami seperti ini …

Memang kalau Allah mau ngasih sesuatu ke kita ga bakalan ada yang bisa nyegah …

Dan bila mau ngambil sesuatu dari kita, ga bakalan ada yang bisa nyembunyiin …

Wallahu ‘Alam Bishawab …

blog saya yang lain : wonosobokemekelen


TAGS


-

Author

Follow Me