Langkah Tak Bijak Pelantikan Jokowi-Ahok …

14 Oct 2012

Besok rencananya DPRD DKI akan melantik Jokowi-Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bagus sekali ide untuk memangkas biaya pelantikan hingga separuhnya. Baik sekali karena rencananya acara ini akan menggandeng pedagang kaki lima untuk menyedikan makanan gratis. Juga kreatif karena sebagai hiburan, kesenian tradisional lokal akan dilibatkan. Ibarat permainan catur, Jokowi-Ahok telah membuat sebuah langkah pembukaan cantik. Tinggal langkah berikutnya yang perlu kita tunggu.

Namun ada satu hal yang masih mengganjal untuk acara esok hari, yaitu adanya rencana pengerahan ribuan masa pendukung Jokowi-Ahok yang akan mengenakan baju kotak-kotak khas mereka.

Hmm … Menurut saya itu sebuah langkah bidak buruk dalam sebuah papan catur bernama Jakarta.

Bukankah Jokowi-Ahok sekarang bukan lagi milik mereka semata. Jokowi-Ahok sudah menjadi milik seluruh rakyat Jakarta. Berkumpulnya masa dalam jumlah banyak mengenakan baju kotak-kotak akan membuka luka lama. Ini akan mengembalikan ingatan orang tentang sebuah persaingan maha sengit yang berpotensi membangkitkan kebencian yang telah luruh beberapa hari terakhir ini. Untuk menjaga suasana kondusif Jakarta, akan lebih bijak jika orang-orang yang berkumpul itu mengenakan baju putih-putih sebagai simbol rekonsiliasi atau pakaian adat Betawi sebagai bentuk penghormatan kepada budaya lokal.

Secara pribadi saya berpendapat bahwa rencana pengerahan masa berbaju kotak-kotak pada acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI bukan sebuah langkah bijak dan lebih baik dibatalkan. Baju kotak-kotak mungkin adalah kenangan indah pada 53% penduduk Jakarta, tetapi bisa jadi meninggalkan  kesan buruk bagi 47% sisanya. Bahkan untuk Jokowi dan Ahok pribadi, saya sarankan agar menyimpan dan tak pernah lagi memakai baju kotak-kotaknya sepanjang mereka masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Anda berdua akan memimpin seluruh rakyat Jakarta Bung !

Bukan memimpin 53% pendukung Anda !

Tapi itu terserah mereka …

.

Wallahu ‘alam bishawab.


TAGS


-

Author

Follow Me