Jokowi-Ahok Itu Sebenarnya Biasa-Biasa Saja …

4 Feb 2013

Apa sih tugas utama seorang pemimpin rakyat ?
Aturan dan ilmunya saya agak tidak tahu. Tapi kira-kira tugas-tugas seorang pemimpin ya :
1. Memikirkan kesehatan rakyatnya.
Makanya jika kemudian Jokowi meluncurkan Kartu Jakarta Sehat ya sudah sewajarnya toh? Lha itu memang tugas dia?
2. Menyediakan pendidikan terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.
Jadi kalau Jokowi membuat Kartu Jakarta Pintar emangnya membuat dia jadi istimewa? Bukankah itu memang sudah menjadi kewajibannya?
3. Membuat sarana angkutan yang memadai untuk rakyatnya.
Ini berarti ide Jokowi untuk menghibahkan bus, menambah armada busway, merencanakan MRT, dan lain-lain ya nggak hebat-hebat amat. Lha wong setiap pemimpin memang dituntut menjadi seperti itu kok.
4. Memfasilitasi kegiatan usaha masyarakatnya.
Rencana Jokowi-Ahok untuk membuat mall khusus PKL dan penataan ulang PKL kelihatannya juga biasa-biasa saja tuh. Memang seperti itulah seharusnya kalau menjadi pemimpin.
5. Melindungi rakyat dari bencana.
Sekali lagi maksud Jokowi membuat 10 ribu sumur resapan, normalisasi sungai dan waduk, membuat deep tunnel, dan lain-lain untuk mencegah banjir memang sewajarnya dia lakukan. Buat apa mereka dipilih rakyat menjadi pemimpin kalau bukan untuk melakukan itu semua?
6. Menyediakan pemukiman yang layak untuk masyarakat.
Jadi ketika Ahok menjemput para pemukim liar di pinggiran Waduk Pluit agar mau pindah ke Rusun Merunda yang gratis dan sudah dilengkapi perabot ya memang sudah resiko dia. Bukankah Jokowi-Ahok sendiri sering bilang kalau pemimpin adalah pelayan bagi masyarakat? (Kalau yang ini terus terang saya masih terkagum-kagum. He .. he .. hee )
Jadi jelas sekali kalau pasangan Jokowi-Ahok itu sebenarnya memang biasa-biasa saja.
Menurut saya justru sebagian besar pemimpin rakyat lain yang ada di negeri ini yang layak menyandang kriteria luar biasa. LUAR BIASA BEBAL
Bebal pada kemiskinan yang membelit rakyatnya. Bebal kepada mahalnya biaya kesehatan dan pendidikan yang membuat masyarakatnya susah bernapas. Bebal pada pembenahan birokrasi bawahannya dan berbagai jenis kebebalan lainnya
Buat Pak Jokowi dan Koh Ahok: Mohon maaf saya belum bisa membuat penilaian obyektif terhadap kinerja Anda berdua kalau baru 100 hari kerja. Mungkin nanti setelah dua tahun saya baru bisa memuji-muji (atau memaki-maki) Anda berdua .
Selamat bekerja Jokowi-Ahok !
.
Wallahu Alam Bishawab


TAGS


-

Author

Follow Me