Jokowi, Ahok dan Dahlan Iskan Kurang Menguasai Teori Ekonomi

21 Jun 2013

Bosan sekali rasanya mendengar orang-orang berdebat masalah perekonomian negeri ini. Sejak era krisis moneter tahun 1998 banyak orang-orang yang mengklaim dirinya ahli berdebat tanpa henti tentang bagaimana cara terbaik mengelola Negara. Tak satupun dari mereka pernah mengalah atau mundur barang sedikit. Masing-masing merasa bahwa dirinya paling ahli dan mengklaim pendapat yang mereka keluarkan paling benar.
Tuduh-menuduh tentang keburukan pandangan ekonomi lawan debat saling terlontar. Yang ditunggangi IMF-lah, yang ditunggangi Amerika-lah, yang mirip komunis-lah, dan lain-lain.
Sebagian dari mereka yang lantang berdebat pernah mendapat kesempatan memimpin negara ini. Dan lihatlah hasilnya. Indonesia tercinta tak juga keluar dari keterpurukan ekonomi. Terutama pemerataan kesejahteraanya. Sungguh jauh panggang dari api.
Andai saja mereka-mereka itu mau mencontoh orang-orang ini.
Lihatlah Jokowi !!
Postur dan gerak-geriknya tak pernah diatur agar terlihat berwibawa. Tetapi sekali melangkah, ribuan orang-orang miskin bisa berobat gratis tanpa biaya.
Lihatlah Ahok !!
Bicaranya ceplas-ceplos tak banyak teori. Tetapi sekali memutuskan, ribuan keluarga mendapat tempat tinggal yang layak huni.
Lihatlah Dahlan Iskan !!
Gayanya lugu tak pernah merasa dirinya ahli. Tapi sekali bertindak, ribuan karyawan BUMN yang dulunya rugi bersorak karena kembali menerima gaji.
Orang-orang ini tak pernah menceritakann prestasi yang mereka raih. Mereka tak pernah berkoar masalah teori ekonomi ataupun cara-cara mengelola negara dengan benar. Orang-orang ini tak suka berbicara masalah neolib, kapitalis, sosialis, atau segala macam aliran-aliran ekonomi yang malah membingungkan rakyat banyak. Mereka ini sepertinya tak terlalu mengenal, tak terlalu tertarik atau setidak-tidaknya tak pernah lantang berbicara masalah teori ekonomi dan tetek bengeknya Tak pernah mereka memuja atau mencela apa itu neolib, kapitalis, liberal, sosialis, dan lain-lain.
Buat mereka teori ekonomi yang pas buat mengelola negara adalah sebuah teori ekonomi yang mendorong pengelolaan kekayaan negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, teori ekonomi yang membuat orang-orang miskin meningkat kesejahteraannya, yang membuat keperluan masyarakat terlayani sebaik-baiknya, yang membuat warganya yang sakit mudah mendapatkan haknya untuk berobat, yang membuat rakyat merasa tenteram karena pendidikan anak-anaknya terjamin. Sebuah teori ekonomi yang memberikan penghargaan kepada orang-orang yang berprestasi dan memberikan sanksi pada mereka yang melanggar aturan.
Mereka tak perlu segala macam teori mengelola keuangan negara. Mereka tak peduli apa kata para pengamat ekonomi ahlinya ngrusuhi, pendapat para politisi yang suka iri ataupun omongan anggota DPR tukang pamer. Bagi mereka tak penting semua penilaian itu. Yang penting kesejahteraan rakyat bisa maju.
Tapi percayalah bapak-bapak sekalian. Memang kami tak berkomentar di seminar-seminar, memang kami tak berpendapat di acara debat dan kamipun tak mengapresiasi dengan berdiskusi. Tapi kami, rakyat yang kalian pimpin mencatat semua itu. Tidak dengan seminar, tidak dengan berdebat dan tidak pula dengan diskusi. Kami mencatat apa yang kalian lakukan di tempat yang lebih mulia, terpatri di hati kami.
Apa yang kalian lakukan memang tak selalu berhasil, hasilnyapun belum tentu sempurna. Tapi niat yang kalian tunjukkan sudah membuat kalian sebagai pemimpin yang ada di hati kami. Di hati rakyat Indonesia.
.
Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi !
Selamat berkarya buat Bapak-Bapak sekalian.
.
.
Wallahu alam bishawab


TAGS


-

Author

Follow Me