• 18

    Sep

    Jokowi, Dia Hanya Akan Menyelesaikan 60% Permasalahan Jakarta ...

    Jakarta memang tak bisa dibandingkan dengan Solo. Walaupun problematika yang dihadapi kedua kota ini relatif sama, tetapi keduanya berada dalam skala yang jauh berbeda. Jangankan dibandingkan dengan Solo, dalam jajaran kota-kota metropolitan dunia sekalipun ukuran Jakarta masih terbilang raksasa. Memperbandingkan Solo dengan Jakarta sama saja membandingkan ikan teri dengan ikan hiu. Ibarat membandingkan pohon bougenville dengan mahoni. Dalam hal ukuran keduanya benar-benar berbeda.  Tetapi walaupun begitu pada hakekatnya keduanya dapat diselesaikan dengan cara yang kurang lebih sama. Bukanlah ikan teri dan ikan hiu sama-sama bisa ditangkap dengan jaring? Bukankah untuk menebang pohon bougenville maupun mahoni sama-sama bisa menggunakan kapak? Hanya saja diperlukan jaring lebih lebar
  • 14

    Sep

    JOKOWI: Menang atau Kalah, Kamu Telah Mengubah Jakarta ...

    Tak seperti pilkada-pilkada sebelumnya, atau pilkada di tempat lain atau bahkan jika dibandingkan dengan pemilu nasional sekalipun. Pilgub DKI tahun ini menyerap animo masyarakat begitu besar. Baru kali ini terjadi ajang pemilihan kepala daerah mampu menggerakkan rakyat dalam jumlah besar dalam skala nasional untuk aktif terlibat di dalamnya. Jangankan yang memiliki hak pilih, mereka-mereka yang tak punya KTP DKI pun terlibat dalam aksi dukung-mendukung, utamanya lewat sarana sosial media. Mengapa bisa demikian? Bisa jadi karena kali ini sebagian besar rakyat menemukan seseorang yang mirip dengan mereka dalam diri salah satu kandidat. Kandidat yang berpakaian seadanya, berperawakan kurus kerempeng dan tak seperti laiknya pejabat pada umumnya yang berperut besar, berpakaian rapi dan ramb
  • 8

    Jul

    Saat Pendekar Golongan Putih Turun Gunung ...

    “Seluruh ilmuku telah kuturunkan padamu. Kini saatnya bagimu turun gunung untuk menegakkan kebenaran dan kebajikan di muka bumi ini …” Sepenggal kalimat ini dikutip dari dialog sebuah film silat tahun ‘80-an. Kalimat itu sepertinya cocok jika diterapkan kembali belakangan ini sampai tiga hari ke depan berbarengan dengan akan berlangsungnya pilgub DKI Jakarta. Dari berbagai sumber seperti media online, jejaring sosial, dan pembicaraan langsung dengan teman-teman nyata sekali ada satu hasrat besar bahwa mereka, para pendekar golongan putih bertekad bulat turun gunung untuk turut memilih pemimpin Jakarta. Banyak yang mengira bahwa orang-orang yang memilih golput adalah sekelompok orang yang kurang memiliki kepedulian pada kehidupan bangsa. Padahal bukan itu
  • 23

    Apr

    Emansipasi Kelewat Batas ...

    Belakangan ini terasa semakin sulit menemukan makna baru dari Hari Kartini. Hanya kalangan anak-anak yang masih bisa merasakan sepenuhnya aura datangnya Hari Kartini melalui pawai, arak-arakan, karnaval ataupun lomba mengenakan kebaya. Memang demikianlah suasana yang akan terjadi jika sebuah proyek sudah selesai. Ibarat perhelatan even olahraga antar bangsa, euforia dan hingar bingar akan usai jika tuan rumah sudah berhasil menjadi juara umum. Atau seperti sebuah pesta pernikahan. Kemeriahan akan terhenti begitu pasangan pengantin sudah resmi menjadi suami istri dan para pengunjung selesai memberikan ucapan selamat. Pesta usai begitu tujuan utama tercapai. Para pelaku utama pergi. Para tokoh penting kembali ke rutinitas masing-masing meninggalkan pekerjaan besar buat para pegawai administ
  • 4

    Apr

    Harga Bensin Seharusnya Rp. 9.000,- ...

    Pemerintah batal menaikkan harga BBM jenis premium dari Rp. 4.500,- menjadi Rp. 6.000,-. Walaupun sifatnya hanya menunda tetapi sungguh sangat disayangkan. Karena akan lebih banyak lagi dana yang terbuang percuma untuk membiayai subsidi BBM yang tidak tepat sasaran karena kebanyakan justru dinikmati oleh kalangan berada. Saya termasuk orang yang menilai bahwa Pemerintah melakukan kesalahan jika harga premium dinaikkan menjadi Rp. 6.000,-. Karena seharusnya harga premium untuk kendaraan pribadi idealnya adalah Rp. 9.000,-. Jadi kalau dengan menaikkan harga premium menjadi Rp. 6.000,- pemerintah akan menghemat biaya subsidi sebesar Rp. 48 trilyun, maka dengan menaikkan harga premium menjadi Rp. 9.000,- dana subsidi yang dihemat dapat mencapai angka Rp. 100 trilyun. Bahkan pemerintah masih

Author

Follow Me