• 31

    Jan

    Transkrip Sadapan Pembicaraan Jokowi-Prabowo Bocor Ke Publik

    Sulit dibayangkan! Ternyata isi pembicaraan Jokowi dengan Prabowo di Istana Bogor benar-benar membicarakan masalah AS, BG dan BW! Sayangnya apa yang mereka bicarakan benar-benar di luar perkiraan publik atau analis politik manapun. Rakyat harus bersatu dan bergerak menanggapi ini. Transkrip rekap pembicaraan Jokowi Prabowo di Istana Bogor yang berasal dari hasil sadapan dan rekaman cctv bocor ke khalayak luas. Resume selengkapnya cctv kombinasi hasil penyadapan: 29_01_2015 17:06:28 (sumber_cctv) Prabowo datang di bawah hujan lebat. Dipayungi oleh pengawal pribadi dan disambut oleh pengawal kepresidenan. 29_01_2015 17:09:05 (sumber_cctv) Prabowo memasuki salah satu ruangan di Istana Bogor. Jokowi terlihat sudah menunggu. 29_01_2015 17:11:23 (sumber_cctv) Jokowi mengajak bersalaman dan mempe
  • 11

    Apr

    Menunggu Clash of The Titans: Jokowi vs. Prabowo ...

    Selesai sudah pesta demokrasi babak pertama. Kejutan demi kejutan bermunculan. Ada yang terkejut kemudian melonjak gembira. Ada yang terkejut lalu lemes. Pemilu legislatif kali ini juga menghasilkan sebuah kata baru yang amat terkenal. Kata yang layak menjadi idiom baru, yaitu effect. Kata yang sebelumnya hanya identik dengan nama salah satu capres ini kini menjadi kata yang berbalik menyerangnya. Walaupun secara resmi belum diumumkan tetapi nampaknya hasil akhir tak akan jauh dari data hitung cepat. Keampuhan para tokoh pembawa effect-pun ramai diperdebatkan. Bermula dari kata dasar Jokowi Effect kini muncul kata turunan berupa Prabowo Effect, Rhoma Effect, dan lain-lain. Pileg kemarin memberikan bukti bahwa Jokowi Effect minim pengaruhnya bagi perolehan suara PDIP (Saya nggak tahu apaka
  • 10

    Jul

    "Renungan Ramadhan Seorang Awam"

    Berdasarkan Kisah Nyata Teman Sebagai Pelajaran (Bagian I) Demikian beragam Tuhan menciptakan sifat manusia. Mungkin itu semua agar kita bisa memetik sebuah pelajaran darinya. Seperti pengalaman yang kualami ketika berteman dengan dua orang yang berbeda sifat. Di satu sisi aku berteman dengan seseorang yang menurut penilaiannya sendiri dia dan keluarganya adalah calon penghuni sorga. Menyebut suaminya dengan julukan malaikat dan anak-anaknya dengan sebutan bidadari. Selalu menceritakan tentang cara hidupnya seolah-olah pola hidupnya adalah contoh terbaik yang harus diteladani orang lain. Mencontohkan kesederhanaan di rumahnya yang tergolong mewah. Menyebut suaminya yang prestasinya biasa-biasa saja laiknya membicarakan seorang sahabat Nabi. Di sisi lain aku mengenal seseorang yang demikian
  • 4

    Feb

    Jokowi-Ahok Itu Sebenarnya Biasa-Biasa Saja ...

    Apa sih tugas utama seorang pemimpin rakyat ? Aturan dan ilmunya saya agak tidak tahu. Tapi kira-kira tugas-tugas seorang pemimpin ya : 1. Memikirkan kesehatan rakyatnya. Makanya jika kemudian Jokowi meluncurkan Kartu Jakarta Sehat ya sudah sewajarnya toh? Lha itu memang tugas dia? 2. Menyediakan pendidikan terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat. Jadi kalau Jokowi membuat Kartu Jakarta Pintar emangnya membuat dia jadi istimewa? Bukankah itu memang sudah menjadi kewajibannya? 3. Membuat sarana angkutan yang memadai untuk rakyatnya. Ini berarti ide Jokowi untuk menghibahkan bus, menambah armada busway, merencanakan MRT, dan lain-lain ya nggak hebat-hebat amat. Lha wong setiap pemimpin memang dituntut menjadi seperti itu kok. 4. Memfasilitasi kegiatan usaha masyarakatnya. Rencana Jokowi
  • 8

    Jul

    Saat Pendekar Golongan Putih Turun Gunung ...

    “Seluruh ilmuku telah kuturunkan padamu. Kini saatnya bagimu turun gunung untuk menegakkan kebenaran dan kebajikan di muka bumi ini …” Sepenggal kalimat ini dikutip dari dialog sebuah film silat tahun ‘80-an. Kalimat itu sepertinya cocok jika diterapkan kembali belakangan ini sampai tiga hari ke depan berbarengan dengan akan berlangsungnya pilgub DKI Jakarta. Dari berbagai sumber seperti media online, jejaring sosial, dan pembicaraan langsung dengan teman-teman nyata sekali ada satu hasrat besar bahwa mereka, para pendekar golongan putih bertekad bulat turun gunung untuk turut memilih pemimpin Jakarta. Banyak yang mengira bahwa orang-orang yang memilih golput adalah sekelompok orang yang kurang memiliki kepedulian pada kehidupan bangsa. Padahal bukan itu
- Next

Author

Follow Me