• 1

    Oct

    Tak Kusangka Anda Sekeren Itu ... (Tribute To Foke)

    Sungguh sangat beruntung selama ini seingat saya tak sekalipun saya menulis atau membuat komentar tak proporsional tentang mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo. Walaupun dalam hati kadang timbul rasa kurang simpatik dengan gaya dan penampilannya yang kadang terkesan arogan di depan media. Tatapan mata yang tajam, kumis yang melintang, nada bicara yang lantang dan gerakan telunjuknya yang suka menuding seenaknya. Sikap-sikap yang dalam bahasa Jawa cukup digambarkan dengan satu kata ulang: “PETENTANG-PETENTENG”. Tapi saya sama sekali tak menduga bahwa ternyata di balik semua itu Fauzi Bowo memiliki sportifitas yang luar biasa . Mengakui kekalahan walaupun penghitungan suara baru berdasarkan quick count adalah sebuah sikap elegan yang menunjukkan betapa dia begitu menghargai ilmu peng
  • 18

    Sep

    Jokowi, Dia Hanya Akan Menyelesaikan 60% Permasalahan Jakarta ...

    Jakarta memang tak bisa dibandingkan dengan Solo. Walaupun problematika yang dihadapi kedua kota ini relatif sama, tetapi keduanya berada dalam skala yang jauh berbeda. Jangankan dibandingkan dengan Solo, dalam jajaran kota-kota metropolitan dunia sekalipun ukuran Jakarta masih terbilang raksasa. Memperbandingkan Solo dengan Jakarta sama saja membandingkan ikan teri dengan ikan hiu. Ibarat membandingkan pohon bougenville dengan mahoni. Dalam hal ukuran keduanya benar-benar berbeda.  Tetapi walaupun begitu pada hakekatnya keduanya dapat diselesaikan dengan cara yang kurang lebih sama. Bukanlah ikan teri dan ikan hiu sama-sama bisa ditangkap dengan jaring? Bukankah untuk menebang pohon bougenville maupun mahoni sama-sama bisa menggunakan kapak? Hanya saja diperlukan jaring lebih lebar
  • 14

    Sep

    JOKOWI: Menang atau Kalah, Kamu Telah Mengubah Jakarta ...

    Tak seperti pilkada-pilkada sebelumnya, atau pilkada di tempat lain atau bahkan jika dibandingkan dengan pemilu nasional sekalipun. Pilgub DKI tahun ini menyerap animo masyarakat begitu besar. Baru kali ini terjadi ajang pemilihan kepala daerah mampu menggerakkan rakyat dalam jumlah besar dalam skala nasional untuk aktif terlibat di dalamnya. Jangankan yang memiliki hak pilih, mereka-mereka yang tak punya KTP DKI pun terlibat dalam aksi dukung-mendukung, utamanya lewat sarana sosial media. Mengapa bisa demikian? Bisa jadi karena kali ini sebagian besar rakyat menemukan seseorang yang mirip dengan mereka dalam diri salah satu kandidat. Kandidat yang berpakaian seadanya, berperawakan kurus kerempeng dan tak seperti laiknya pejabat pada umumnya yang berperut besar, berpakaian rapi dan ramb
  • 8

    Jul

    Saat Pendekar Golongan Putih Turun Gunung ...

    “Seluruh ilmuku telah kuturunkan padamu. Kini saatnya bagimu turun gunung untuk menegakkan kebenaran dan kebajikan di muka bumi ini …” Sepenggal kalimat ini dikutip dari dialog sebuah film silat tahun ‘80-an. Kalimat itu sepertinya cocok jika diterapkan kembali belakangan ini sampai tiga hari ke depan berbarengan dengan akan berlangsungnya pilgub DKI Jakarta. Dari berbagai sumber seperti media online, jejaring sosial, dan pembicaraan langsung dengan teman-teman nyata sekali ada satu hasrat besar bahwa mereka, para pendekar golongan putih bertekad bulat turun gunung untuk turut memilih pemimpin Jakarta. Banyak yang mengira bahwa orang-orang yang memilih golput adalah sekelompok orang yang kurang memiliki kepedulian pada kehidupan bangsa. Padahal bukan itu
  • 23

    Apr

    Emansipasi Kelewat Batas ...

    Belakangan ini terasa semakin sulit menemukan makna baru dari Hari Kartini. Hanya kalangan anak-anak yang masih bisa merasakan sepenuhnya aura datangnya Hari Kartini melalui pawai, arak-arakan, karnaval ataupun lomba mengenakan kebaya. Memang demikianlah suasana yang akan terjadi jika sebuah proyek sudah selesai. Ibarat perhelatan even olahraga antar bangsa, euforia dan hingar bingar akan usai jika tuan rumah sudah berhasil menjadi juara umum. Atau seperti sebuah pesta pernikahan. Kemeriahan akan terhenti begitu pasangan pengantin sudah resmi menjadi suami istri dan para pengunjung selesai memberikan ucapan selamat. Pesta usai begitu tujuan utama tercapai. Para pelaku utama pergi. Para tokoh penting kembali ke rutinitas masing-masing meninggalkan pekerjaan besar buat para pegawai administ

Author

Follow Me